
Gigi patah sebagian tetapi tidak terasa sakit sering membuat seseorang berpikir bahwa masalah tersebut tidak terlalu serius. Apalagi jika gigi masih bisa digunakan untuk mengunyah dan tidak menimbulkan rasa ngilu. Padahal, gigi patah meskipun tidak sakit tetap perlu diperhatikan karena kerusakan pada struktur gigi dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.
Gigi dapat mengalami patah karena berbagai hal, mulai dari menggigit makanan yang terlalu keras, kebiasaan mengunyah es, benturan, hingga gigi yang sebelumnya sudah melemah akibat lubang atau tambalan. Tingkat kerusakannya pun berbeda-beda. Ada patahan kecil pada bagian ujung gigi, tetapi ada juga retakan yang mencapai lapisan lebih dalam. Berikut penjelasan doktersehatku dibawah ini.
Mengapa Gigi Bisa Patah tetapi Tidak Sakit?
Tidak semua bagian gigi memiliki tingkat sensitivitas yang sama. Lapisan terluar gigi, yaitu enamel, tidak memiliki saraf. Ketika patahan hanya mengenai sebagian enamel dan belum mendekati jaringan yang lebih dalam, seseorang mungkin tidak merasakan sakit sama sekali.
Kondisi lain juga dapat terjadi ketika patahan berada pada bagian gigi yang tidak langsung mengganggu saraf. Inilah alasan mengapa gigi patah tidak sakit bukan berarti gigi tersebut sepenuhnya aman.
Selain itu, beberapa kerusakan berkembang secara perlahan. Retakan kecil mungkin belum menimbulkan keluhan, tetapi tekanan saat mengunyah dapat membuatnya semakin melebar.
Apa Penyebab Gigi Patah Sebagian?
Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko gigi patah, antara lain:
1. Menggigit makanan terlalu keras
Menggigit tulang, es, permen keras, atau benda lain yang memiliki tekstur sangat kuat dapat memberikan tekanan berlebihan pada gigi.
2. Gigi berlubang
Lubang yang sudah cukup dalam dapat membuat struktur gigi menjadi lebih rapuh. Akibatnya, bagian gigi yang tersisa lebih mudah patah ketika menerima tekanan.
3. Tambalan gigi yang besar
Pada gigi dengan kerusakan luas, sebagian besar struktur asli gigi mungkin sudah hilang. Kondisi ini dapat membuat gigi lebih rentan mengalami retak atau patah.
4. Benturan
Kecelakaan, olahraga, terjatuh, atau benturan pada area wajah juga dapat menyebabkan gigi mengalami keretakan atau patah sebagian.
5. Kebiasaan menggunakan gigi sebagai alat
Membuka kemasan, menggigit kuku, atau menggigit benda keras menggunakan gigi dapat memberikan tekanan yang tidak seharusnya diterima gigi.
Apakah Gigi Patah Tanpa Sakit Harus Segera Diperiksa?
Sebaiknya, ya. Pemeriksaan membantu mengetahui seberapa dalam kerusakan yang terjadi. Patahan yang terlihat kecil dari luar belum tentu menunjukkan kondisi sebenarnya di bagian dalam gigi.
Dokter gigi dapat mengevaluasi bentuk patahan, kondisi jaringan gigi di sekitarnya, serta kemungkinan adanya retakan tambahan. Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu menentukan perawatan yang sesuai.
Semakin cepat penyebab dan tingkat kerusakan diketahui, semakin mudah dokter menentukan langkah perawatan untuk mempertahankan struktur gigi yang masih sehat.
Apa yang Terjadi Jika Gigi Patah Dibiarkan?
Gigi patah yang tidak sakit tetap berpotensi menimbulkan masalah apabila tidak diperhatikan. Permukaan gigi yang tidak lagi utuh dapat menjadi lebih sulit dibersihkan. Sisa makanan juga dapat lebih mudah terselip di area yang rusak.
Selain itu, patahan dapat semakin besar ketika gigi terus menerima tekanan saat mengunyah. Jika kerusakan berkembang menuju bagian dalam gigi, keluhan seperti ngilu, sakit ketika menggigit, atau sakit spontan dapat muncul kemudian.
Karena itu, jangan menunggu sampai gigi terasa sakit untuk memeriksakannya.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Gigi Patah?
Sambil menunggu pemeriksaan, hindari menggunakan gigi yang patah untuk menggigit makanan keras. Pilih makanan dengan tekstur lebih lunak dan tetap jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut.
Jika terdapat bagian gigi yang patah dan terlepas, simpan bagian tersebut dengan baik dan bawa saat berkonsultasi. Jangan mencoba menempelkan kembali potongan gigi sendiri menggunakan lem atau bahan rumah tangga lainnya.
Jika gigi patah disertai perdarahan, pembengkakan, nyeri hebat, atau terjadi setelah benturan keras, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.
Bagaimana Gigi Patah Biasanya Ditangani?
Perawatan bergantung pada lokasi dan tingkat kerusakan. Patahan kecil pada bagian tertentu mungkin cukup ditangani dengan membentuk kembali permukaan gigi atau menggunakan bahan restorasi.
Jika kerusakan lebih luas, dokter gigi dapat mempertimbangkan perawatan restoratif lain, seperti tambalan khusus atau mahkota gigi. Apabila kerusakan sudah mencapai jaringan pulpa atau saraf, jenis perawatannya tentu berbeda dan perlu ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Artinya, cara mengatasi gigi patah tidak bisa disamakan untuk semua orang. Pemeriksaan langsung diperlukan agar perawatan sesuai dengan kondisi gigi.
Jangan Menunggu Sakit untuk Memeriksa Gigi
Gigi yang patah sebagian tanpa rasa sakit memang tidak selalu berarti keadaan darurat. Namun, kondisi tersebut tetap merupakan tanda bahwa struktur gigi telah mengalami perubahan.
Memeriksakan gigi lebih awal dapat membantu mengetahui apakah patahan hanya berada di permukaan atau sudah melibatkan bagian yang lebih dalam. Dengan begitu, langkah perawatan dapat ditentukan sebelum kerusakan berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.
FAQ
1. Apakah gigi patah tetapi tidak sakit berbahaya?
Belum tentu berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksa. Tingkat kerusakan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa sakit.
2. Apakah gigi patah bisa tumbuh kembali?
Tidak. Jaringan gigi yang sudah patah tidak dapat tumbuh kembali seperti semula. Namun, dokter gigi dapat melakukan restorasi untuk memperbaiki bentuk dan fungsi gigi.
3. Bolehkah tetap mengunyah dengan gigi yang patah?
Sebaiknya hindari menggunakan gigi tersebut untuk makanan keras sampai kondisinya diperiksa, karena tekanan dapat memperbesar patahan.
4. Kapan gigi patah harus segera diperiksa?
Segera periksa jika patahan disertai sakit hebat, pembengkakan, perdarahan, gigi menjadi sangat sensitif, sulit menggigit, atau terjadi setelah benturan.
5. Apakah gigi patah sedikit perlu ditambal?
Belum tentu. Perawatan bergantung pada lokasi dan kedalaman patahan. Dokter gigi perlu memeriksa kondisi gigi terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan.